Pembalap MotoGP Jack Miller mengecam keputusan penyelenggara yang tetap menjadwalkan balapan MotoGP Qatar di tengah situasi keamanan yang berisiko di kawasan Timur Tengah. Rangkaian balapan di Sirkuit Losail tersebut dijadwalkan menjadi salah satu dari tiga seri penutup musim ini—bersama Portugal dan Valencia—yang berlangsung tepat setelah gelaran di Sepang, Malaysia.
Penolakan Mayoritas Pembalap
Situasi wilayah yang dinilai tidak kondusif memicu kekhawatiran besar di lingkup kejuaraan. Miller mengungkapkan bahwa sebagian besar pembalap menyuarakan pandangan yang sama untuk tidak melangsungkan balapan di Qatar.
“Saya tidak ingin pergi. Semuanya pun begitu. Ada 19 dari kami yang tidak ingin pergi ke sana,” kata Jack Miller usai menyelesaikan balapan di Sepang, seperti dilaporkan Motorsport yang dikutip CNN Indonesia.
Miller menekankan pentingnya kekompakan di antara para pembalap untuk bersatu menekan pihak penyelenggara. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat di paddock, termasuk para staf dan mekanik.
“Silakan berbicara pada 50 persen orang di paddock, tidak ada yang ingin pergi. Saya tak paham alasan kami harus ke sana. Saya tidak mengerti,” tutur Miller.
Yamaha Memilih Mundur
Tak lama setelah penolakan tersebut mengemuka, tim Yamaha mengambil keputusan resmi untuk menarik diri dari gelaran MotoGP Qatar. Keputusan pabrikan tersebut secara otomatis membatalkan rencana tampil para pembalapnya.
Dengan keputusan tersebut, Jack Miller bersama tiga pembalap lainnya, yakni Fabio Quartararo, Alex Rins, dan Toprak Razgatlioglu, dipastikan tidak akan turun mengaspal di Sirkuit Losail.







