Daftar Isi
Harapan para pendukung Newcastle United untuk melihat perubahan positif setelah kepergian Eddie Howe tampaknya mulai meredup. Penggantinya, Matthias Jaissle, kini justru menghadapi tekanan besar menyusul awal musim yang mengecewakan di St James’ Park.
Awal Musim yang Sulit bagi Jaissle
Pelatih asal Jerman tersebut baru mencatatkan lima kemenangan dari 11 pertandingan pertamanya di semua kompetisi. Situasi ini langsung memicu kekhawatiran dari para penggemar terkait masa depan sang juru taktik di Tyneside.
Keputusan taktik Jaissle yang tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1 dinilai menghambat langkah tim di Liga Primer. Kekalahan dalam empat dari enam pertandingan terakhir membuat Newcastle tersingkir dari ajang Piala Liga dan tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara.
Selain hasil buruk, pemilihan susunan pemain oleh pelatih berusia 38 tahun tersebut turut mengundang tanda tanya. Manajemen klub sebelumnya telah menggelontorkan dana lebih dari £200 juta untuk pemain baru pada bursa transfer musim panas, namun Jaissle hanya menurunkan tiga rekrutan anyar saat timnya takluk dari Everton pada hari Kamis.
Kritik terhadap Pemain Senior
Di tengah kedatangan para pemain baru, Jaissle tetap mempercayai sejumlah pilar senior seperti penyerang Joe Willock dan Jacob Murphy. Keduanya tercatat telah menjadi starter dalam sedikitnya 64 persen laga pada musim 2026/2027.
Akan tetapi, performa mereka saat menghadapi Everton kembali menuai sorotan tajam dari suporter. Kedua pemain asal Inggris tersebut gagal mencatatkan satu pun dribel sukses di Stadion Hill Dickinson, membuat lini serang The Magpies kesulitan menciptakan ancaman berarti.
Dalam 11 pertandingan pertama musim ini, kombinasi keduanya baru menghasilkan lima gol saja. Catatan tersebut mempertegas mandulnya lini depan Newcastle dalam mengarungi kompetisi musim ini.
Investasi £110 Juta yang Belum Membuahkan Hasil
Masalah lini serang Newcastle semakin pelik mengingat tingginya biaya yang telah dikeluarkan klub untuk mendatangkan pemain baru. Musim panas lalu, Yoane Wissa direkrut untuk menggantikan Alexander Isak, sementara Matias Fernandez-Pardo didatangkan untuk mengikuti jejak sukses Anthony Gordon.
Total biaya transfer untuk mendatangkan kedua penyerang tersebut mencapai £106 juta. Jika ditambah dengan gaji Fernandez-Pardo yang menyentuh angka sekitar £4 juta pada musim lalu, total investasi untuk duo penyerang ini telah mencapai kisaran £110 juta.
Kendati demikian, kontribusi keduanya masih jauh dari harapan dengan hanya mencetak total dua gol liga dari 32 penampilan. Fernandez-Pardo tercatat berada di jajaran 10 persen terbawah untuk urusan tembakan tepat sasaran dan penciptaan peluang per 90 menit.
Nasib serupa dialami oleh Wissa yang ditebus senilai £55 juta pada musim panas lalu. Pemain internasional Republik Demokratik Kongo tersebut gagal memenuhi ekspektasi sebagai pengganti Isak, di mana catatan tembakan tepat sasarnnya berada di bawah 80 persen pemain lain di Liga Primer musim ini.
Sumber: Football FanCast







