Liga Primer

Perusahaan Induk Burnley Terancam Dibubarkan Otoritas Inggris

Perusahaan Induk Burnley Terancam Dibubarkan Otoritas Inggris
Daftar Isi
  1. Intervensi Regulator Sepak Bola
  2. Tanggapan Pihak Pemilik
  3. Kondisi Keuangan Burnley

Struktur kepemilikan klub sepak bola Burnley kini menjadi sorotan regulator sepak bola Inggris setelah perusahaan induk di atas klub tersebut terancam dibubarkan secara paksa. Ancaman ini muncul akibat kegagalan perusahaan dalam menyerahkan laporan keuangan yang sudah tertunda selama hampir dua tahun.

Intervensi Regulator Sepak Bola

Independent Football Regulator (IFR) dilaporkan telah menghubungi pihak Burnley untuk meminta informasi lebih lanjut terkait masalah ini. Regulator tersebut juga tengah melakukan diskusi dengan English Football League (EFL) setelah Companies House memulai tindakan terhadap Velocity Capital (UK) Holdings, yakni entitas milik ALK Capital yang mengendalikan Burnley FC Holdings.

Velocity Capital didirikan pada Maret 2023 dan hingga saat ini belum pernah menyerahkan laporan keuangan. Laporan keuangan pertama perusahaan tersebut, yang mencakup periode hingga 31 Maret 2024, seharusnya sudah diserahkan paling lambat pada 24 Desember tahun lalu. Saat ini, Companies House mencatat status perusahaan tersebut masih aktif, namun dengan catatan laporan keuangan yang sudah melewati batas waktu.

Seorang juru bicara IFR menyampaikan kepada Burnley Express bahwa pihaknya telah mengetahui adanya pemberitahuan penghapusan perusahaan terkait induk usaha Burnley FC tersebut. “Kami telah meminta informasi lebih lanjut dari pihak klub dan sedang dalam diskusi aktif dengan EFL mengenai masalah ini,” ujar juru bicara tersebut.

Tanggapan Pihak Pemilik

Meskipun situasi ini belum dikategorikan sebagai kasus penegakan hukum formal, keterlibatan regulator telah membawa masalah administratif ini ke ranah tata kelola sepak bola. Pihak ALK Capital menegaskan bahwa masalah tersebut akan segera diselesaikan.

Seorang juru bicara ALK menyatakan bahwa mereka menyadari pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Companies House dan sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menuntaskan perkara ini. Kelompok pemilik tersebut mengklaim bahwa para penasihat mereka telah berkomunikasi langsung dengan Companies House dan memperkirakan laporan keuangan yang tertunda akan segera diserahkan dalam beberapa minggu ke depan.

Sebelumnya, Velocity Capital pernah menerima pemberitahuan serupa pada Februari 2025, namun tindakan tersebut dihentikan dalam waktu satu bulan. Perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan ALK juga tercatat pernah menghadapi tindakan serupa di masa lalu.

Kondisi Keuangan Burnley

Latar belakang kondisi keuangan yang lebih luas membuat kelalaian terbaru ini menjadi perhatian serius. Laporan keuangan terakhir Burnley menunjukkan penurunan pendapatan menjadi 71,7 juta poundsterling setelah klub tersebut terdegradasi dari Liga Primer. Selain itu, klub mencatatkan kerugian sebelum pajak sebesar 29,2 juta poundsterling dengan utang berbunga lebih dari 142 juta poundsterling.

Para auditor juga menyoroti adanya ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha klub. Asumsi keuangan bisnis tersebut sangat bergantung pada perdagangan pemain di masa depan serta dukungan berkelanjutan dari perusahaan induk.

Penting untuk dicatat bahwa Burnley FC Holdings sendiri saat ini berstatus aktif dan telah memperbarui laporan keuangan terakhirnya. Oleh karena itu, ancaman pembubaran ini tidak ditujukan kepada klub sepak bola Burnley itu sendiri, melainkan kepada perusahaan yang memegang lebih dari 75 persen saham dan hak suara di perusahaan induk klub tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *