Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino untuk maju kembali sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan keempat. Sikap ini menandai perubahan arah setelah sebelumnya AFC sempat menuntut penarikan diri Infantino terkait kontroversi hak komersial.
Perubahan Sikap AFC dan Pengaruh Teluk
Seperti dilaporkan Inside World Football, AFC awalnya menyerukan agar Infantino mundur akibat kegagalannya menjelaskan tindakan terkait upaya penjualan seluruh hak komersial FIFA dalam skandal FFE. Namun, setelah Infantino menyampaikan permohonan maaf pekan lalu di hadapan Dewan FIFA serta berjanji menjawab seluruh pertanyaan, AFC berbalik arah memberikan dukungan.
Perubahan posisi tersebut terjadi menyusul intervensi dari Qatar yang secara terbuka mengkritik Presiden AFC Shaikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa karena dianggap tidak mewakili suara mereka. Tidak lama berselang, Arab Saudi juga mengeluarkan pernyataan dukungan singkat bagi Infantino, setelah sebelumnya sempat menunjukkan sikap ragu-ragu terhadap kepemimpinannya.
Dalam pidato pembukanya pada Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Jepang, Shaikh Salman menekankan pentingnya transparansi, persatuan, dan inklusivitas. Salman menyatakan bahwa sepak bola bersandar pada kepercayaan serta rasa hormat yang menjadi pelindung di tengah masa-masa sulit.
“Kekuatan terbesar kita terletak pada persatuan, dan kita semua telah melihat ketinggian historis yang dapat dicapai sepak bola Asia ketika kita berdiri bersama,” kata Salman di hadapan para delegasi.
“Saat kita melihat ke masa depan yang lebih cerah dan kompetitif, solidaritas kita tetap menjadi kekuatan terbesar kita. Kita siap untuk melangkah maju, bersatu dalam mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino,” ujar Salman menambahkan.
Salman juga sempat melontarkan candaan ringan mengenai masa lalu saat rambut mereka masih lebat, yang kemudian dibalas dengan candaan serupa oleh Infantino.
“Gianni saya ingin memperjelas, ya, kita memiliki beberapa masalah yang kita bicarakan di masa lalu. Tapi mari kita tidak menghubungkan kedua hal itu bersama-sama. Saya pikir beberapa hari terakhir kita bertemu di Zürich Anda memperjelas bahwa ada pemahaman yang benar di antara kita,” ucap Salman kepada Infantino.
Pesan Pemilu dan Aliran Dana dari Infantino
Berbicara selama 15 menit di atas podium, Infantino memaparkan pesan-pesan utama pemilihannya dengan gaya khasnya tanpa menyinggung kontroversi yang tengah melingkupinya. Ia memuji kepemimpinan Salman selama 13 tahun di AFC serta menegaskan kembali slogannya bahwa sepak bola menyatukan dunia.
Infantino menyoroti Piala Dunia dengan format diperluas yang menghadirkan rekor sembilan tiket bagi wakil Asia, serta menyebutkan festival U-15 di Azerbaijan yang memberikan kesempatan bagi setiap anak laki-laki di dunia untuk bermimpi. Ia juga menyinggung peningkatan dana bantuan yang diterima asosiasi nasional.
“Ketika saya mulai sebagai presiden FIFA Anda menerima USD1 juta. Mulai 1 Januari itu akan menjadi USD25 juta untuk Anda investasikan di masa depan permainan kita,” ujar Infantino.
Di balik pernyataan tersebut, Inside World Football mencatat bahwa nominal USD25 juta itu terwujud berkat desakan para presiden konfederasi yang memaksa FIFA membuka cadangan dana mereka, bukan murni inisiatif awal Infantino yang sebelumnya hanya menganggarkan USD10 juta untuk setiap asosiasi pada siklus berikutnya.
“Semoga ada banyak hal baik yang akan datang,” kata Infantino. “Ada beberapa kesalahan. Penting untuk belajar darinya dan kami telah meminta maaf. Sekarang penting untuk bersatu dan datang bersama-sama dan untuk kemajuan.”
Sumber: Inside World Football







