Liga Primer

Man City Singkirkan Brighton, Isu Kursi Kosong Etihad Disorot

Man City Singkirkan Brighton, Isu Kursi Kosong Etihad Disorot

Manchester City berhasil melaju ke babak perempat final Carabao Cup usai menyingkirkan Brighton & Hove Albion melalui adu penalti pada Rabu malam. Namun, pertandingan ini kembali diwarnai oleh sorotan terhadap ribuan kursi kosong di Stadion Etihad.

Pertandingan Ketat dan Adu Penalti

Meskipun menurunkan susunan pemain lapis kedua, Manchester City sempat dibuat kesulitan oleh Brighton yang tampil kompetitif. Brighton membuka keunggulan lebih dulu lewat sepakan Malick Yalcouye yang membentur kiper Geronimo Rulli dan melewati garis gawang. Mateo Kovacic kemudian menyamakan kedudukan bagi tuan rumah lewat tembakan terarah yang bersarang di pojok gawang Jason Steele.

Memasuki babak kedua, Georginio Rutter kembali membawa Brighton memimpin. Manchester City menyamakan skor menjadi 2-2 setelah tendangan bebas Rayan Cherki mengenai Vitor Reis dan berbelok masuk ke gawang. Pertandingan akhirnya harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor tetap imbang hingga akhir waktu normal.

Dalam babak adu penalti, Kovacic menjadi penendang pertama yang gagal, tetapi Rulli kemudian menepis eksekusi Yasin Ayari. Cherki sukses menjalankan tugasnya sebagai penendang penentu, sementara sepakan kapten Brighton Lewis Dunk berhasil diblok oleh Rulli untuk memastikan kemenangan tuan rumah.

Sorotan Kursi Kosong di Etihad Stadium

Di balik hasil pertandingan tersebut, kehadiran penonton kembali menjadi sorotan setelah terdapat sekitar 12.000 kursi kosong di Stadion Etihad untuk laga tengah pekan berturut-turut, menyusul pertandingan melawan AEK Athens pada Selasa pekan sebelumnya. Kehadiran penonton tercatat hanya di angka 49.000 lebih dari total kapasitas stadion.

Isu mengenai tribun yang lengang ini kian mendapat perhatian luas di tengah berbagai tuduhan pelanggaran keuangan dan pembengkakan pendapatan yang menerpa klub. Stadion yang sepi dalam laga-laga domestik melawan tim non-unggulan dinilai kontras dengan kemegahan finansial klub, yang kini berada di bawah bayang-bayang potensi sanksi berat di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *