Berita Bola

Lise Klaveness: Ada Figur yang Bisa Saingi Gianni Infantino

Lise Klaveness: Ada Figur yang Bisa Saingi Gianni Infantino
Daftar Isi
  1. Fokus pada Isu Perbaikan dan Hak Asasi
  2. Peluang Pemilihan dan Tantangan bagi Infantino
  3. Mendorong Reformasi Menyeluruh

Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, meyakini ada figur-figur lain yang mampu menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA. Meski demikian, Klaveness sendiri menepis peluang dirinya untuk maju sebagai kandidat dalam bursa pencalonan tersebut.

Fokus pada Isu Perbaikan dan Hak Asasi

Klaveness bertekad untuk kembali mengajak FIFA dan badan pengelola sepak bola lainnya untuk fokus pada isu kompensasi atau pemulihan bagi para pekerja. Topik hak asasi manusia tersebut menjadi sangat krusial setelah Piala Dunia di Qatar, ketika keluarga pekerja yang terluka atau meninggal akibat pembangunan infrastruktur turnamen tidak menerima kompensasi finansial karena FIFA mengalihkan dana warisan ke tempat lain.

Atas dorongan Klaveness, FIFA sempat melakukan tinjauan yang menyimpulkan bahwa organisasi tersebut memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemulihan, namun FIFA memilih untuk tidak mengalirkan dana tersebut. Klaveness ingin memastikan adanya praktik baru untuk Euro 2028 yang diselenggarakan bersama oleh Inggris, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia, serta Piala Dunia 2034 di Arab Saudi yang menurut sumber pergerakan buruh minim pengawasan eksternal terhadap kondisi pekerja.

Peluang Pemilihan dan Tantangan bagi Infantino

Perempuan berusia 45 tahun itu sempat disebut sebagai kandidat potensial presiden FIFA, bahkan mendapat dukungan dari mantan presiden Sepp Blatter yang menyatakan bahwa sudah saatnya seorang perempuan memimpin. Menanggapi hal tersebut, Klaveness merespons dengan mengingatkan kembali masa lalu Blatter yang pernah meminta para pemain mengenakan celana pendek yang lebih pendek.

Terkait peluang pencalonannya, Klaveness menyatakan bahwa namanya muncul karena pihak luar mengkhawatirkan tata kelola organisasi akibat sikap vokal Norwegia selama ini. “My name has come up a few times and I take it as a sign that [people are concerned] about governance because we have been very outspoken about governance,” ujar Klaveness seperti dilaporkan The Guardian.

Ia menilai pencalonan dirinya kecil kemungkinan terjadi karena peran internasional mereka tidak efisien dalam mendulang suara. Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya kehadiran penantang yang memiliki peluang menang sebelum batas akhir pencalonan pada 18 November, seraya menyebut bahwa ketidakpercayaan terhadap petahana sudah meluas di berbagai konfederasi.

Mendorong Reformasi Menyeluruh

Bagi Klaveness, perdebatan ini bukan sekadar soal sosok Gianni Infantino, melainkan perbaikan tata kelola di masa depan yang dinilai belum diimplementasikan dengan baik meskipun dulu menjadi platform kemenangan sang petahana. Ia ingin regulasi pemulihan diterapkan di setiap penyelenggara turnamen dan kompetisi dengan membangun aliansi untuk menyusun proposal bagi kongres FIFA berikutnya.

Mantan gelandang tim nasional Norwegia dengan 73 penampilan itu memilih pendekatan kolaboratif dan kini mulai memiliki sekutu yang sepemikiran. Di luar urusan politik sepak bola, Klaveness juga mengawasi perkembangan prestasi tim nasional Norwegia, baik tim putri yang akan menghadapi laga playoff melawan Wales maupun tim putra yang tampil di Amerika Serikat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *