Penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola, Ballon d’Or, memiliki catatan sejarah panjang yang melibatkan para pemain asal Italia serta para bintang kompetisi Serie A. Secara keseluruhan, para pemain yang merumput di liga teratas Italia tersebut telah membawa pulang trofi Ballon d’Or sebanyak 18 kali.
Seperti dilaporkan Football Italia, dua klub raksasa, Juventus dan AC Milan, menjadi penyumbang terbesar dengan masing-masing mengoleksi delapan gelar, sementara Inter Milan menyumbang dua gelar. Meski demikian, belum ada lagi pemain yang berbasis di Italia yang berhasil meraih penghargaan ini sejak 2007.
Daftar Pemain Italia Pemenang Ballon d’Or
Penyerang kelahiran Argentina yang membela tim nasional Italia, Omar Sívori, menjadi pemain Serie A pertama yang memenangkan trofi ini pada 1961 saat berseragam Juventus. Pencapaian tersebut dilanjutkan oleh Gianni Rivera pada 1969, di mana pemain berjuluk ‘Golden Boy’ itu menjadi penggawa Milan pertama yang meraih penghargaan usai mengantar klubnya menjuarai Piala Champions.
Pada 1982, striker Juventus Paolo Rossi meraih Ballon d’Or setelah menjadi pencetak gol terbanyak dan membawa Italia menjuarai Piala Dunia di Spanyol. Roberto Baggio kemudian menyusul pada 1993 berkat performa impresifnya bersama Juventus yang berbuah gelar Piala UEFA.
Pemain Italia terakhir yang memenangkan Ballon d’Or adalah Fabio Cannavaro pada 2006. Kapten yang memimpin Italia menjuarai Piala Dunia tersebut membela Juventus dan Real Madrid pada tahun kemenangannya, sekaligus menjadi bek terakhir yang memenangkan trofi bergengsi ini.
Bintang Asing Serie A yang Meraih Gelar
Selain pemain berpaspor Italia, deretan legiun asing di Serie A juga mengukir sejarah besar. Legenda Prancis, Michel Platini, memenangkan Ballon d’Or tiga kali berturut-turut pada 1983, 1984, dan 1985 bersama Juventus, yang membuat klub tersebut menguasai penghargaan selama empat tahun berturut-turut setelah kemenangan Rossi.
Duo pemain asal Belanda di skuad emas AC Milan asuhan Arrigo Sacchi juga mencatatkan nama mereka, yakni Ruud Gullit pada 1987 dan Marco van Basten yang meraih tiga gelar pada 1988, 1989, serta 1992. Sementara itu, gelandang sekaligus kapten Jerman Barat, Lothar Matthäus, memenangkannya pada 1900 saat membela Inter Milan usai menjuarai Piala Dunia.
Pada 1995, penyerang Milan asal Liberia, George Weah, mengukir sejarah sebagai pemain Afrika pertama yang meraih Ballon d’Or. Dua tahun berikutnya, Ronaldo ‘Il Fenomeno’ memenangkannya pada usia 21 tahun bersama Inter Milan di musim pertamanya merumput di Italia pada 1997.
Zinedine Zidane dinobatkan sebagai pemenang pada 1998 bersama Juventus setelah membawa Prancis merengkuh trofi Piala Dunia pertama mereka. Selanjutnya, gelandang Republik Ceko Pavel Nedvěd memenangkannya pada 2003 berkat perannya membawa Juventus ke partai final Liga Champions.
Penyerang asal Ukraina, Andriy Shevchenko, meraih penghargaan tersebut pada 2004 usai menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A dan membawa Milan merebut gelar Scudetto. Kaká menjadi pemain Serie A terakhir yang memenangkan Ballon d’Or pada 2007 setelah tampil menginspirasi dalam mengantar AC Milan menjuarai Liga Champions.
Sumber: Football Italia







