Pelatih Udinese, Kosta Runjaic, menegaskan bahwa skuadnya masih memiliki semangat juang meskipun baru saja menelan kekalahan keenam secara beruntun di Serie A usai ditumbangkan Milan. Setelah pertandingan tersebut, Runjaic menilai saat ini bukanlah momen yang tepat untuk mendiskusikan masa depannya bersama manajemen klub.
Kekalahan Beruntun dan Tekanan di Papan Bawah
Hasil minus saat menghadapi Milan memperpanjang tren buruk Friulani di kompetisi domestik. Kebobolan cepat terjadi ketika Christian Pulisic menjebol gawang Udinese pada menit keenam setelah lolos dari perangkap offside memanfaatkan umpan tendangan bebas Luka Modric.
Milan kemudian menggandakan keunggulan melalui Omari Hutchinson yang menyambar bola muntah hasil tembakan Ardon Jashari yang ditepis kiper Maduka Okoye. Okoye juga sempat menepis bola tembakan Goncalo Ramos hingga mengenai mistar gawang untuk mencegah kekalahan yang lebih telak.
Kekalahan ini membuat posisi Udinese makin terseret ke zona berbahaya. Saat ini mereka mengantongi empat poin dari delapan pertandingan, sama dengan perolehan Fiorentina dan Parma, serta hanya unggul satu angka dari Venezia yang berada di dasar klasemen.
Kepercayaan Runjaic pada Skuad Udinese
Kepada DAZN Italia seperti dilaporkan Football Italia, Runjaic mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut, namun tetap mengapresiasi kerja keras para pemain di lapangan. Ia menyebut kebobolan gol mudah di awal laga menjadi langkah mundur yang menyulitkan timnya untuk bangkit.
Runjaic menyoroti badai cedera serta momentum negatif yang memengaruhi performa tim sejak kekalahan dari Inter di San Siro, ketika Udinese sempat unggul dua gol sebelum akhirnya terkejar. Meski demikian, ia menganggap timnya sudah menunjukkan langkah ke arah yang benar dibandingkan laga sebelumnya, termasuk melalui beberapa peluang dari Keinan Davis.
Menurut Runjaic, Udinese kini membutuhkan persatuan untuk dapat membenahi hasil pada laga berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sikap sportif dan menempatkan dirinya sebagai panutan bagi para pemain dalam situasi sulit ini.
Sumber: Football Italia







