Berita Bola

Pierre Sage Kian Tertekan Usai Crystal Palace Dilibas

Pierre Sage Kian Tertekan Usai Crystal Palace Dilibas
Daftar Isi
  1. Sorakan Suporter dan Tanggapan Sage
  2. Rekor Pertahanan dan Perjalanan Musim
  3. Kritik Pengamat Sepak Bola

Pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, berada di bawah tekanan hebat setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Kekalahan kelima dari delapan pertandingan liga musim ini membuat The Eagles tertahan di zona empat terbawah klasemen.

Sorakan Suporter dan Tanggapan Sage

Pendukung tuan rumah membunyikan sorakan cemoohan di Selhurst Park seusai pertandingan. Hasil ini memperpanjang tren negatif Palace yang gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, menyusul kekalahan telak 0-5 dari rival mereka, Brighton, pekan lalu.

Kendati demikian, Sage menegaskan tidak ada gejolak internal di dalam klub mengenai posisinya. Seperti dilaporkan BBC Sport, pria asal Prancis berusia 47 tahun tersebut menilai reaksi kekecewaan suporter merupakan hal yang wajar ketika tim tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.

“There is no noise inside the club,” ujar Sage saat konferensi pers seusai pertandingan. Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mencari solusi untuk meningkatkan performa tim dan menciptakan kondisi yang tepat agar mampu bersaing.

Mantan pelatih Lens dan Lyon itu menuturkan bahwa keputusan mengenai masa depannya sepenuhnya berada di tangan pimpinan dan pemilik klub. Ia memilih berfokus meyakinkan para pemain agar memberikan penampilan terbaik di lapangan.

Rekor Pertahanan dan Perjalanan Musim

Sejak menggantikan Oliver Glasner empat bulan lalu dengan kontrak berdurasi tiga tahun, perjalanan Sage di Selhurst Park diwarnai tantangan besar. Palace baru mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan awal Liga Primer di bawah asuhannya.

Selain itu, lini belakang Palace menjadi yang terburuk di Liga Primer musim ini setelah kebobolan 19 gol dalam delapan pertandingan. Sebelum ditundukkan Newcastle, Palace sempat bermain imbang 2-2 melawan Besiktas di Istanbul pada laga Liga Europa pertengahan pekan lalu.

Kritik Pengamat Sepak Bola

Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, saat berbicara kepada BBC Radio 5 Live menilai bahwa Sage mungkin terlalu baik sebagai seorang manajer di kompetisi yang sangat ketat. Laurens menyoroti momen saat Palace mengalahkan Fulham beberapa waktu lalu, di mana Sage menyatakan rasa kasihan kepada lawan. Menurut Laurens, Liga Primer adalah kompetisi yang sangat sengit tanpa ruang untuk merasa kasihan pada lawan.

Pandangan senada disampaikan oleh mantan penyerang Manchester United, Dion Dublin. Ia menyebut Sage perlu bertindak lebih tegas jika ingin memiliki masa depan jangka panjang di Palace, karena sikap yang terlalu ramah tidak akan membantu manajer terhindar dari kekalahan dan ancaman pemecatan.

Sementara itu, mantan pemain depan Leeds United, Lucy Ward, mengakui bahwa Sage telah membuktikan kemampuannya saat melatih Lyon dan Lens, tetapi sikap yang terlalu baik dinilai kurang menguntungkan di Liga Primer.

Pertandingan berikutnya bagi Crystal Palace adalah laga tandang melawan Tottenham Hotspur pada Sabtu mendatang, sebelum menjamu Liverpool pada 8 November jelang jeda internasional, serta bertandang ke markas Coventry City pada 21 November.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *