Berita Bola

Alasan Liverpool Mandul Gol di Awal Musim Liga Primer

Alasan Liverpool Mandul Gol di Awal Musim Liga Primer

Liverpool baru mencetak sembilan gol dari tujuh pertandingan pertama mereka di Liga Primer musim ini. Catatan tersebut kontras dengan performa mereka di kompetisi lain seperti Liga Champions dan Piala Carabao.

Perbedaan Performa Kompetisi Domestik dan Eropa

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui bahwa timnya tampil jauh lebih produktif di luar Liga Primer. Dalam tiga pertandingan Liga Champions dan satu laga Piala Carabao melawan Tottenham, skuad asuhan Iraola mampu mencetak total 15 gol. Bahkan, Liverpool baru saja menang empat gol tanpa balas melawan Villarreal di Anfield dan mencetak enam gol ke gawang LASK di Austria.

Meski telah ditinggal oleh Mohamed Salah, Liverpool sebenarnya memiliki variasi pencetak gol yang cukup banyak dengan 10 pemain berbeda sudah mencatatkan nama di papan skor musim ini. Kendati demikian, rata-rata gol mereka di Liga Primer hanya berada di angka 1,29 gol per pertandingan, jauh tertinggal dibandingkan rata-rata 3,75 gol per laga di kompetisi lainnya. Menurut Iraola, perbedaan tersebut terjadi karena karakteristik lawan yang dihadapi berbeda, bukan sekadar faktor kompetisinya.

Di ajang Liga Primer, pertahanan Liverpool justru terlihat lebih solid dengan catatan tiga kali tidak kebobolan dan baru kemasukan delapan gol. Sebagai perbandingan, gawang mereka telah kebobolan delapan kali hanya dalam empat pertandingan di Liga Champions dan Piala Carabao. Meski demikian, Liverpool tercatat kebobolan terlebih dahulu dalam empat dari tujuh laga liga, yang membuat upaya membongkar pertahanan lawan menjadi lebih berat.

Tantangan Menghadapi Blok Rendah

Iraola sebelumnya sempat menyatakan preferensinya untuk menghadapi lawan yang menerapkan blok rendah karena situasi tersebut membuat timnya lebih mengontrol permainan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa Liverpool telah menghadapi blok rendah dalam 28 persen pertandingan mereka di Liga Primer, menjadi persentase tertinggi dibandingkan klub lain di liga. Sebaliknya, persentase laga menghadapi blok tinggi hanya 15 persen, yang merupakan angka terendah.

Seorang analis tim Liga Champions menilai bahwa sepak bola Eropa memberikan lebih banyak momen kecemerlangan teknis yang sesuai dengan profil pemain rekrutan Liverpool. Sementara itu, gaya permainan Iraola dinilai sangat diuntungkan oleh ketersediaan ruang untuk menyerang, seperti yang pernah ia tunjukkan saat menukangi Bournemouth.

Datangnya sejumlah pemain penyerang berkualitas seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, Bradley Barcola, Cody Gakpo, Victor Munoz, dan Rio Ngumoha mengangkat ekspektasi publik terhadap ketajaman lini depan Liverpool. Statistik *expected goals* (xG) mencatat bahwa Liverpool seharusnya bisa mengemas 10,9 gol di liga, sementara delapan tim lain telah mencetak gol lebih banyak dari The Reds.

Liverpool akan segera menghadapi ujian lanjutan di Liga Primer saat menjamu Brighton di Anfield serta bertanding melawan juara bertahan Arsenal.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *