Analisis

Kunci Kemenangan Tottenham Hotspur atas Chelsea di Stamford Bridge

Kunci Kemenangan Tottenham Hotspur atas Chelsea di Stamford Bridge
Daftar Isi
  1. Dominasi Permainan dan Taktik
  2. Frustrasi Cole Palmer
  3. Peran Gemilang Mateus Fernandes

Tottenham Hotspur sukses meraih kemenangan tandang dengan skor 2-0 atas Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu malam. Hasil ini menjadi kemenangan tandang kedua bagi The Lilywhites di markas Chelsea dalam sejarah Liga Primer sejak terakhir kali terjadi pada 2018.

Dominasi Permainan dan Taktik

Gol kemenangan Tottenham dicetak melalui gol bunuh diri Mike Penders serta aksi solo gemilang dari Mathys Tel. Skuad asuhan Roberto De Zerbi kini mencatatkan dua kemenangan beruntun setelah sebelumnya menaklukkan Coventry dengan skor 3-1. Kerja keras sang pelatih asal Italia di tempat latihan dalam beberapa bulan terakhir mulai membuahkan hasil positif di atas lapangan.

Chelsea turun dengan formasi andalan 3-4-2-1 di bawah arahan Xabi Alonso, namun terpaksa memasang Morgan Rogers sebagai penyerang tengah akibat cedera yang dialami Joao Pedro. Kondisi lini serang yang darurat tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh kubu tim tamu. Rogers yang bukan merupakan penyerang murni gagal memberikan tekanan berarti kepada Micky van de Ven dan Jan Paul van Hecke, sehingga kedua bek tengah tersebut leluasa mengatur tempo permainan.

Waktu longgar yang diberikan oleh lini depan Chelsea membuat para pemain belakang Tottenham mampu membangun kepercayaan diri dan menguasai lini tengah. Melalui rotasi pemain serta operan cepat, tim tamu berhasil menembus lini pertahanan tuan rumah. Statistik pertandingan mencatat penguasaan bola Tottenham mencapai 68 persen berbanding 32 persen, dengan 15 percobaan tembakan dan 639 operan sukses.

Frustrasi Cole Palmer

Penguasaan bola yang apik dari Tottenham membuat para pemain dan pendukung tuan rumah frustrasi, yang berujung pada kesulitan bagi Cole Palmer di paruh kedua pertandingan. Bintang Chelsea tersebut harus menerima kartu merah akibat dua kartu kuning setelah terbawa emosi menghadapi ketatnya pengawalan pemain lawan. Tanpa kehadiran penyerang murni sebagai rekan kombinasi, Palmer terpaksa berjuang sendirian dan gagal memberikan dampak maksimal.

Pemain tim nasional Inggris tersebut terus-menerus dikurung dan ditutup ruang geraknya oleh para penggawa Lilywhites. Berdasarkan catatan pertandingan, Palmer hanya mampu menyelesaikan satu dari lima percobaan dribel dan meninggalkan lapangan tanpa menciptakan satu pun peluang besar. Ketiadaan ruang gerak dari permainan terbuka membuat sang gelandang serang frustrasi hingga berujung pada pelanggaran berbuah kartu merah.

Peran Gemilang Mateus Fernandes

Di balik kesuksesan tim meredam pergerakan Chelsea dan Palmer, terdapat penampilan menonjol dari gelandang Mateus Fernandes. Pemain asal Portugal yang dipercaya tampil sejak menit awal oleh De Zerbi mampu membayar tuntas kepercayaan tersebut melalui penampilan dominan di lini tengah berpasangan dengan Sandro Tonali.

Gol pembuka Tottenham lahir berkat umpan sepak pojok akurat dari Fernandes yang memaksa kiper Penders melakukan salah antisipasi hingga bola masuk ke gawang sendiri. Secara individu, Fernandes mendominasi dan mengekang pergerakan Palmer dengan kecepatan saat melakukan tekel, serta mencatatkan tiga tekel sukses dan enam pemulihan bola sepanjang 90 menit laga.

Kontribusi Fernandes juga terlihat dari insiden kartu kuning pertama Palmer, di mana aksi sengaja menahan bola dengan tangan memicu reaksi emosional dari penyerang Chelsea tersebut. Aksi cerdik sekaligus kerja keras di lini pertahanan dari mantan gelandang West Ham United itu sukses memancing amarah lawan. Selain mematikan pergerakan Palmer, Fernandes tampil sebagai pengatur ritme permainan secara keseluruhan dengan catatan 121 sentuhan dan 91 operan sukses.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *