Alberto Gilardino mengakui bahwa Parma terlalu mudah kebobolan gol dalam kekalahan ketiga secara beruntun saat menghadapi Lazio, namun ia tetap mendesak timnya untuk mempertahankan pendekatan yang positif. Parma sempat mencetak gol pertama di era kepelatihan Gilardino, yang menggantikan Carlos Cuesta, melalui umpan silang Simone Lontani yang membentur tiang jauh dan mengejutkan kiper Christos Mandas pada masa tambahan waktu.
Kekalahan Beruntun Parma
Gol tersebut datang terlambat setelah mereka menelan kekalahan ketiga beruntun di ajang Serie A menyusul hasil negatif 0-3 dari Inter Milan dan Torino. Gilardino menyatakan kepada Sky Sport Italia bahwa dirinya perlu menyaksikan ulang pertandingan tersebut, namun ia merasa skuadnya telah mengambil satu langkah maju pada babak pertama dibandingkan performa saat melawan Torino.
Parma menciptakan lebih banyak situasi berbahaya untuk memimpin, tetapi setelah babak kedua dimulai, mereka kebobolan dengan cara yang sangat mudah. Gilardino menyebut kesalahan-kesalahan tersebut sebagai bentuk kepolosan yang tidak boleh terus diulangi, sehingga proses pematangan tim harus didorong lebih cepat.
Penampilan Pemain dan Kepemimpinan
Pada babak pertama, Parma memiliki beberapa peluang emas melalui serangan balik, namun gagal memanfaatkannya dengan baik berkat aksi penyelamatan gemilang dari Mandas. Gilardino menjelaskan alasannya memilih Vincent Sierro sebagai starter karena Adrian Bernabé baru saja pulih dari cedera dan membutuhkan istirahat menjelang pertandingan berikutnya.
Pemain rekrutan baru Diego Carlos, yang didatangkan karena pengalamannya, justru menjadi penyebab terciptanya kedua gol lawan setelah salah mengantisipasi umpan Reda Belahyane kepada Kenneth Taylor serta mencetak gol bunuh diri dari umpan silang Nuno Tavares. Gilardino menyampaikan bahwa dirinya menuntut banyak dari para pemain yang lebih berpengalaman, baik dalam hal komunikasi maupun sikap.
Parma saat ini baru mencatatkan satu kemenangan di Serie A musim ini yaitu saat mengalahkan Genoa dengan skor 2-1 pada 20 September, disertai satu hasil imbang dan enam kekalahan. Masalah ketajaman tim juga terlihat jelas dengan catatan hanya mencetak lima gol dari delapan pertandingan, meskipun Lontani berhasil mencetak gol pada pertandingan ini yang dinilai Gilardino memiliki ruang peningkatan yang luar biasa.
Sumber: Football Italia







