Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional dengan efek segera. Pemain berusia 41 tahun tersebut memilih untuk mundur menyusul perselisihan besar dengan pelatih kepala tim nasional, Jorge Jesus, pada jeda internasional terakhir, seperti dilaporkan oleh 101 Great Goals.
Akhir Perjalanan 23 Tahun
Ronaldo meninggalkan skuad di Kopenhagen menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark, setelah ia dicadangkan dalam laga sebelumnya menghadapi Norwegia. Akibat insiden tersebut, ia dijatuhi denda sebesar 255 euro serta sanksi larangan bermain selama 30 hari oleh Federasi Sepak Bola Portugal.
Meskipun sebelumnya sempat diharapkan ada perundingan damai yang dapat menyelesaikan situasi dan membawanya kembali memperkuat tim dalam pertandingan mendatang melawan Denmark dan Wales, ia justru memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya.
Melalui pernyataan resmi di platform Instagram dan X, ia menyatakan keputusannya untuk menyerahkan kembali nomor punggung 7 tim nasional. “Hari telah tiba bagi saya untuk menyerahkan kembali nomor 7 tim nasional kami. Saya tidak pernah merasa itu milik saya sendiri. Tetapi selama 23 tahun saya memiliki hak istimewa dan tanggung jawab untuk mengenakannya, membelanya, dan membawanya bersama saya ke stadion di seluruh dunia,” ujar Ronaldo.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah karena tidak dibuat dengan akal saja, melainkan dengan hati. Perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 tersebut telah mengubah hidupnya selamanya. Ketika melihat kembali semua pencapaian bersama tim nasional, ia tidak hanya melihat pertandingan, gol, rekor, atau trofi, melainkan orang-orang.
Catatan Rekor dan Fokus di Klub
Ronaldo meninggalkan timnas sebagai pemegang rekor penampilan internasional terbanyak dalam sejarah dengan 234 laga serta pencetak gol terbanyak dengan 146 gol. Ia melakoni debut internasional pada tahun 2003 dan sukses membawa Portugal menjuarai Kejuaraan Eropa 2016 serta dua gelar UEFA Nations League.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa sepanjang kariernya bersama tim nasional, dirinya selalu mendorong diri melampaui batas, ingin menang, menjadi lebih baik, dan mencetak sejarah. Ia mengakui ada saat-saat kemenangan yang tak terlupakan, kekalahan yang masih menyakitkan, kesalahan yang dibuat, serta momen ketika ia belum bisa memberikan apa yang diinginkan oleh rakyat Portugal.
Pertandingan terakhir Ronaldo bersama Portugal tercatat saat menghadapi Wales pada bulan September lalu.
Kini, ia akan memusatkan perhatiannya pada urusan klub bersama tim Liga Pro Saudi, Al-Nassr, klub yang dibawanya meraih gelar juara pada musim lalu.
Sumber: 101 Great Goals







