Liga Primer

Dilema Sunderland: Laga San Siro vs Zona Degradasi

Dilema Sunderland: Laga San Siro vs Zona Degradasi

Sunderland mungkin menantikan kesempatan menghadapi raksasa Italia AC Milan di San Siro dalam ajang Liga Europa pada 10 Desember mendatang. Namun, saat bertandang ke sana nanti, fokus mereka bisa jadi lebih tertuju pada pertandingan Liga Primer melawan Nottingham Forest yang digelar tiga hari berselang.

Kontras Performa Domestik dan Eropa

Musim lalu tampil mengejutkan usai promosi, Sunderland kini justru menjadi salah satu tim pesakitan pada kampanye musim ini. Kekalahan 3-1 dari Coventry City membuat skuad berjuluk Black Cats tersebut mendekam di dasar klasemen sementara setelah melalui sembilan pertandingan.

Situasi mereka terancam semakin memburuk dalam waktu dekat. Sebelum bertolak ke Milan, mereka harus melakoni rangkaian jadwal liga yang berat melawan Chelsea, Aston Villa, Tottenham, Liverpool, dan rival sekota Newcastle United, diselingi laga kandang Eropa menghadapi Dinamo Zagreb dan Jagiellonia Bialystok.

Jika gagal mencuri poin dan para pesaing di papan bawah terus meraup angka, Sunderland bisa tertinggal jauh sebelum perjalanan impian mereka ke Milan. Alhasil, duel melawan sesama tim papan bawah Forest dinilai bisa jauh lebih penting daripada lawatan ke San Siro.

Kemenangan terakhir Sunderland di Liga Primer terjadi saat mengalahkan Fulham pada 30 Agustus, dua hari setelah undian fase grup Liga Europa dipastikan. Termasuk kekalahan pada pekan pembukaan dari Ipswich, mereka telah menelan enam kekalahan dan dua hasil imbang sejak saat itu.

“Very disappointed,” ujar kapten Granit Xhaka usai kekalahan dari Coventry, seperti dilaporkan BBC Sport. “We are not doing the things that we have been speaking about; we are not doing the things that we are doing in training. Again, so many mistakes. We have no chance to win any games like this.”

Masalah Lini Belakang dan Jadwal Padat

Berbanding terbalik dengan kompetisi domestik, kiprah Sunderland di kancah Eropa justru berjalan mulus. Mereka menempati peringkat kesembilan di tabel klasemen Liga Europa dengan koleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga pertandingan.

Di ajang Piala Carabao, kemenangan 3-2 atas Brentford memastikan langkah mereka ke perempat final untuk menghadapi sesama tim pesakitan liga, Crystal Palace. Kendati demikian, mereka hanya mampu meraih satu poin dari tiga pertandingan liga yang langsung mengikuti laga-laga Eropa musim ini.

“They [the players] own the reality of the club, this dynamic, we are growing fast,” ucap manajer Sunderland, Regis le Bris. “We are exposed this season with this busy schedule. It’s really demanding.”

Le Bris menambahkan bahwa situasi tersebut bukanlah hal yang mengejutkan karena banyak klub mengalami penurunan rata-rata 10 poin di liga pada musim pertama mereka tampil di kompetisi Eropa. Masalah utama Sunderland musim ini terletak pada rapuhnya lini pertahanan yang sudah kebobolan 17 gol dari sembilan pertandingan, jauh berbeda dari catatan musim lalu.

Tujuh gol di antaranya berasal dari kesalahan individu berujung gol lawan, termasuk dua gol Coventry pada akhir pekan lalu. Le Bris menegaskan bahwa kelemahan tersebut bukan disebabkan oleh faktor keberuntungan semata.

“Bad result,” kata Le Bris kepada BBC’s Match of the Day. “Ups and downs, I think, is the summary of this game and the season so far. We can play good football, and create some good chances, but we also made many unforced errors.”

Di tengah situasi sulit ini, Sunderland juga harus kehilangan bek Dan Ballard yang absen akibat cedera hamstring sejak jeda internasional bulan September. Xhaka mengajak rekan-rekan setimnya untuk tetap berpikir positif dan menunjukkan karakter serta keinginan kuat untuk bangkit dari posisi juru kunci.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *