Klub EFL Wrexham dijatuhi denda sebesar £75.000 atau sekitar Rp1,5 miliar, dengan ketentuan £25.000 di antaranya ditangguhkan, oleh English Football League (EFL) menyusul dua insiden penggunaan pemain yang tidak sah pada musim ini.
Pelanggaran Terkait Issa Kabore dan Callum O’Hare
Pihak EFL memutuskan bahwa Issa Kabore dan Callum O’Hare tidak sah untuk tampil dalam pertandingan Wrexham masing-masing melawan Birmingham City dan Millwall. Kabore diturunkan sebagai pemain pengganti ketika Wrexham menelan kekalahan 1-2 dari Birmingham pada 28 Agustus, karena dokumen izin kerja Home Office miliknya belum diunggah dengan benar.
Sementara itu, O’Hare yang baru direkrut dari Sheffield United sehari sebelumnya, masuk dalam daftar cadangan yang tidak dimainkan saat Wrexham menang 3-0 di markas Millwall pada 2 September, meskipun dokumentasinya belum diunggah tepat waktu.
Melalui pernyataan resmi klub, Wrexham AFC mengonfirmasi telah mencapai keputusan bersama dengan EFL mengenai dua pelanggaran terkait kelayakan pemain tersebut. Penyelidikan EFL menyebutkan bahwa Wrexham mengabaikan peringatan resmi melalui sistem lembar tim bahwa Kabore tidak memenuhi syarat.
Nama Kabore ditandai dengan bilah merah, dan komisi disiplin menolak argumen bahwa peringatan tersebut hilang saat aplikasi ditutup dan dibuka kembali. O’Hare sendiri sebenarnya telah berhasil didaftarkan sebelum kekalahan Wrexham di Millwall, tetapi belum tepat waktu untuk dinyatakan memenuhi syarat bermain di Den.
Temuan Penyelidikan dan Langkah Perbaikan Klub
Hasil temuan mencatat bahwa Wrexham sempat mendapat penolakan pada tiga pengajuan sebelum pendaftaran pemain berusia 25 tahun tersebut dikonfirmasi pada pukul 11.15 BST hari Rabu, 2 September, yang hampir 24 jam melewati batas waktu kelayakan. Wrexham juga awalnya menyerahkan dokumen yang sangat tidak lengkap dan ditolak oleh Asosiasi Sepak Bola (FA).
Klub berjuluk The Red Dragons tersebut dinilai memahami aturan sepenuhnya, namun komisi disiplin juga mempertimbangkan fakta bahwa O’Hare tidak diturunkan dari bangku cadangan. Wrexham yang saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen Championship mengakui pelanggaran kedua dan berkomitmen memperbaiki aspek perekrutan serta pelatihan untuk menghindari kejadian serupa.
Klub berencana merekrut seorang sekretaris klub serta meningkatkan pelatihan administratif. Seorang pejabat klub menyatakan kepada BBC Sport Wales bahwa insiden yang melibatkan Kabore dan O’Hare bukan kesalahan dari manajer Phil Parkinson, staf pelatih, maupun direktur olahraga baru Steve Nickson yang baru resmi menjabat pada 7 September.
Pernyataan Wrexham menambahkan bahwa klub sedang mengambil langkah-langkah yang tepat guna mencegah terulangnya masalah tersebut di masa mendatang.
Sumber: BBC Sport







