Mantan pemain sayap Manchester United, Jadon Sancho, dikabarkan semakin mendekati kepindahan ke Arab Saudi setelah menolak kesempatan untuk bergabung dengan klub La Liga, Getafe.
Penolakan Tawaran Getafe dan Minat Arab Saudi
Menurut laporan surat kabar Marca yang dikutip oleh CaughtOffside, Sancho memutuskan menolak Getafe karena menerima proposal finansial yang jauh lebih menguntungkan dari Arab Saudi. Klub asal Spanyol tersebut sempat menjajaki peluang merekrutnya secara gratis, namun Sancho disebut meminta bayaran bersih sekitar 3 juta euro atau setara dengan Rp50,4 miliar hingga akhir musim, angka yang tidak mampu dipenuhi oleh Getafe.
Tawaran dari Arab Saudi diyakini mampu memenuhi tuntutan finansial tersebut, meskipun identitas klub peminat belum diungkapkan ke publik. Proses negosiasi antara perwakilan sang pemain dengan pihak klub Timur Tengah itu dilaporkan terus menunjukkan kemajuan menuju kesepakatan.
Sebelumnya, Sancho sempat mempertimbangkan opsi bertahan di Eropa. Getafe muncul sebagai opsi yang realistis bagi pemain berusia 26 tahun tersebut untuk menghidupkan kembali kariernya, mirip dengan jalur yang pernah ditempuh Mason Greenwood. Ketertarikan juga sempat datang dari sejumlah klub Liga Primer Inggris, Major League Soccer, Qatar, serta Uni Emirat Arab, tetapi tidak ada satupun yang berlanjut hingga tahap akhir.
Keputusan Besar untuk Kelanjutan Karier
Situasi ini dinilai luar biasa mengingat posisi Sancho sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Eropa beberapa tahun lalu. Manchester United mengeluarkan biaya besar untuk merekrutnya, namun ia gagal menampilkan konsistensi permainan seperti saat membela Borussia Dortmund di Stadion Old Trafford.
Kepindahan ke Getafe sebenarnya dapat memberikan jalan kembali yang lebih ringan ke salah satu liga top Eropa. Memilih Arab Saudi tentu menjamin keamanan finansial yang lebih besar, tetapi langkah tersebut berisiko membuat peluang kembali ke panggung sepak bola level atas Eropa menjadi lebih sulit.
Sancho saat ini masih berusia 26 tahun, sehingga keputusan hijrah ke Timur Tengah tidak otomatis menutup sepenuhnya peluang tampil di level tertinggi. Kendati demikian, setelah melewati beberapa bulan tanpa pertandingan kompetitif, prioritas utama sang pemain seharusnya adalah mendapatkan menit bermain secara reguler.
Langkah berikutnya yang akan diambil oleh Sancho diprediksi bakal menentukan apakah ia mampu memulihkan reputasinya di dunia sepak bola atau justru menjauh secara permanen dari sorotan kompetisi Eropa.
Sumber: CaughtOffside







