Florian Wirtz sedang menikmati performa terbaiknya sejak bergabung dengan Liverpool dengan mencatatkan satu gol dan dua assist dalam lima penampilan terakhirnya.
Awal Sulit dan Ekspektasi Tinggi di Anfield
Berbicara secara eksklusif kepada Get German Football News, reporter Daily Mail Lewis Steele membahas permulaan yang berat bagi pemain berusia 23 tahun tersebut di Anfield serta ekspektasi besar yang menyertai kedatangannya. Steele menyebut bahwa kepindahan Wirtz terasa seperti perekrutan pemain bintang dan sebuah pencapaian besar bagi direktur olahraga Richard Hughes setelah Liverpool mengalahkan Bayern Munich, Manchester City, dan Real Madrid dalam perburuan tanda tangannya.
Ekspektasi tersebut membuat kesulitan awal yang dialami Wirtz semakin terlihat jelas. Steele menilai perpaduan faktor fisik, mental, dan olahraga membuat pemain tim nasional Jerman itu gagal beradaptasi dengan cepat. Pada awalnya masalah tersebut bersifat fisik karena ia belum siap menghadapi tuntutan intensitas Liga Primer, di mana staminanya tampak menurun pada babak kedua pertandingan sebelum ia mulai menambah massa otot yang kemudian berujung pada masalah mental akibat krisis kepercayaan diri.
Situasi internal klub saat itu juga tidak membantu, mengingat Liverpool masih berduka atas meninggalnya Diogo Jota pada musim panas 2025, sementara beberapa rekrutan anyar berusaha membuktikan diri di tengah atmosfer yang sulit. Wirtz juga kesulitan membangun kerja sama yang konsisten dengan para pemain lini serang lainnya karena Alexander Isak sering mengalami cedera dan performa Mohamed Salah yang naik turun, seperti dilaporkan Get German Football News.
Mulai Bersinar di Bawah Andoni Iraola
Meskipun sempat memperlihatkan kilatan kualitas terutama di kompetisi Eropa, konsistensi tetap sulit didapatkan Wirtz sepanjang musim debutnya. Namun, banyak hal berubah sejak Andoni Iraola datang dari Bournemouth pada musim panas untuk membangun ulang Liverpool menyusul musim 2025/2026 yang mengecewakan.
Wirtz kini tampak jauh lebih nyaman di dalam skuad maupun dalam sistem taktik yang diterapkan oleh Iraola. Kembalinya Isak serta kedatangan Bradley Barcola memberikan rekan-rekan penyerang yang pergerakannya sangat cocok dengan gaya bermain Wirtz. Secara taktik, Iraola menginstruksikan Wirtz untuk bermain dekat dengan penyerang tengah agar ia mendapatkan banyak sentuhan bola di area berbahaya.
Steele juga menyoroti komposisi lini tengah Liverpool sebagai elemen penting dalam peningkatan performa sang pemain. Keberadaan Ryan Gravenberch bersama Alexis Mac Allister atau gelandang muda Trey Nyoni memberikan fondasi yang lebih kokoh di belakangnya, berbeda dengan Dominik Szoboszlai yang kerap menempati ruang yang sama dengan Wirtz. Selain itu, kehadiran winger murni seperti Barcola atau Rio Ngumoha yang senang bermain melebar—tidak seperti Salah yang sering menusuk ke dalam—memberikan ruang yang lebih luas bagi Wirtz untuk berkembang.
Sumber: Get German Football News







