Kinerja Lille di bawah asuhan pelatih baru Davide Ancelotti menunjukkan awal yang cukup menjanjikan di kompetisi domestik Ligue 1. Meski demikian, performa mereka justru mendapat sorotan tajam setelah mengalami kesulitan di panggung Liga Champions.
Awal Karier dan Bayang-Bayang Sang Ayah
Sebagai anak dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti, nama besar sang ayah membuat Davide harus berjuang ekstra keras untuk membangun identitasnya sendiri. Sebelum menerima pinangan Lille pada musim panas lalu, Davide telah menghabiskan waktu selama 14 tahun mendampingi ayahnya di berbagai klub top Eropa hingga tim nasional Brasil. Presiden Lille, Olivier Létang, yang pernah mengenal Davide saat bekerja bersama di Paris Saint-Germain pada tahun 2012, akhirnya memutuskan merekrutnya setelah meminta pertimbangan Carlo.
Keputusan penunjukan Davide ini merupakan langkah baru bagi Lille yang sebelumnya selalu memercayakan kursi kepelatihan kepada sosok berpengalaman seperti Christophe Galtier, Jocelyn Gourvennec, Paulo Fonseca, dan Bruno Génésio. Sejauh ini di kompetisi domestik, Lille berhasil mengumpulkan 15 poin dari delapan pertandingan setelah bermain imbang 1-1 melawan Monaco di Stade Louis II. Catatan tersebut merupakan start domestik terbaik mereka sejak meraih gelar juara pada musim 2020-2021, menempatkan mereka hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen sementara Rennes.
Kendala di Eropa dan Identitas Tim
Berbeda dengan catatan positif di liga, Lille justru menelan kekalahan dalam tiga pertandingan awal mereka di Liga Champions musim ini. Pertandingan melawan Monaco akhir pekan lalu juga memperlihatkan gaya permainan bertahan yang diterapkan setelah sempat memimpin lewat gol Ethan Mbappé. Pelatih Monaco, Filipe Luís, sebelumnya memuji Davide sebagai sosok yang hebat, namun jalannya pertandingan menunjukkan bahwa Lille kerap berada di bawah tekanan hebat hingga akhirnya kebobolan gol penyeimbang dari Edan Diop.
Ekspektasi tinggi publik terhadap Davide kerap dikaitkan dengan prestasi luar biasa sang ayah yang memegang rekor lima gelar juara Liga Champions. Hingga kini, pencarian identitas kepelatihan Davide masih terus berlanjut di tengah bayang-bayang besar nama ayahnya. Seperti dilaporkan oleh Get French Football News, sang pelatih muda kini tengah berupaya membuktikan kapasitasnya secara mandiri bersama klub asal Prancis tersebut.
Sumber: Football | The Guardian







